Social Icons

Pages

Selasa, 19 Maret 2013

Si Bungsu

konon katanya anak bungsu itu paling enak hidupnya
konon katanya anak bungsu itu paling dimanja
konon katanya anak bungsu itu paling disayang
konon katanya anak bungsu itu paling diturutin kalau dia minta sesuatu apapun itu

kata siapa? yang pasti bukan saya yang berbicara karena saya tidak merasakan hal-hal yang tertera diatas sana. menurut saya itu semua HANYA FIKTIF BELAKA! ga tau apalah menurut saya sendiri? i'm confused about it.

apakah anda seorang anak bungsu atau anak sulung atau bukan anak bungsu dan sulung? lalu menurut anda seperti apa biasanya anak bungsu diperlakukan? kebanyakan teman atau kerabat dekat saya memikirkan tentang anak bungsu yaitu seorang anak yang sering dimanja, disayang, diturutin segala kebutuhannya, dan masih banyak lagi deh. jika, anda seorang anak bungsu yang diperlakukan seperti itu saya ucapkan "BERSYUKUR dan BERBAHAGIALAH ANDA" karena anda termasuk orang yang beruntung menjadi seorang anak bungsu dan menangguhkan ucapan kerabat dekat saya tentang anak bungsu.


saya bukan sedang meminta hak sebagai anak bungsu, memang tidak ada dalam aturan ham, tetapi saya juga butuh kasih sayang. saya juga tidak berfikir manja, anak mami yang harus terus diperhatikan karena sekarang yaa memang kita sama-sama sudah dewasa. tapi apakah salah bila saya terkadang protes kenapa saya kurang diperhatikan, tidak semestinya sebenarnya saya memiliki rasa dan jiwa seperti itu, karena sesungguhnya pun orang tua tidak akan melupakan anaknya, dan tetap mencintai anaknya kapan pun dan bagaimana pun.

jarak mungkin yang sangat memisahkan kita, tapi ada komunikasi bukan? ya mungkin karena saat ini kita berbeda pulau dan provinsi. mengapa akhir-akhir ini sulit dihubungi, apakah ada yang sesuatu yang terjadi. apakah ada kejadian aneh disana? apakah mereka baik-baik saja? saya berharap seperti itu. 

sejujurnya saya cemas, sangat sangat cemas. saya berharap tidak ada suatu masalah apapun yang menimpa mereka. saya berharap positif thinking. memang masalah yang kemarin sudah berlalu, berusaha untuk melupakan dan menerima kembali "dia" untuk apa adanya memang berat. jangan protes jika nanti ketika aku pulang, sikap ku agak aneh ke kamu, mom. itu memang resikomu yang harus dan wajib kau terima, gak usah perlu ada resistensi lah. kecewa? pasti. saya mencoba membuka hati ini untuk memaafkanmu dan berharap hati ini bisa menerima kembali sosok barumu itu. mungkin itu sangat sulit. kadang aku menangis sendiri, berlinang air mata ketika menulis ini. yaa tapi memang sayaa sedang bingung kenapa masalah tersbut bisa terjadi, untungnya akibatnya tidak fatal, dan saya harap memang begitu adanya. karena saya tidak bisa mengawasi mu sepenuhnya, karena jarak ini yang terlalu jauh.

apa mungkin ini alasan my mom kenapa saya tidak boleh kuliah sampai ke luar kota dan cukup jurusan akuntansi di trisakti. ya mungkin karena nyokap masih butuh sosok wanita, teman, anak dan apalah itu yang menjadi rekan berbaginya. apa boleh buat, ini semua ku lakukan yaa karena saya ingin cita-cita saya tercapai dan saya ingin lebih dan lebih untuk lebih tinggi memiliki pekerjaann dan jabatan yang saya cintai ini nantinya, menjadi seorang birokrat yang bertanggungjawab. 

ya tapi ini cuma perubahan aja kok. memang keadaan mungkin yangg bisa membuatnya seperti ini. beda sekali dengan dulu sebelum kami berkuliah ria, hanya menjadi anak sekolahan. berbeda sekali. apa ini yang dinamakna roda, sekarang roda memang lagi berputar. berputar kencang. dan tidak bisa melawan arus roda itu, yasudah mau diapakan lagi, ikuti arus ini ajalah. pasti suatu saat akan mendapatkan yang saya inginkan, mudah-mudahan. saya yakin, keluarga saya bisa kembali seperti semula. saya terpukul, sedih, capek, risih dengan semua ini. iri dengan keluarga yang harmonis, sangat-sangat harmonis. saya sangat sangat sangat berharap sekali.

kembali ke bungsu, jika anda seorang bungsu tetapi tidak merasakan hal-hal tersebut, maka saya turut duka karena sama halnya dengan saya saat ini. "SAAT INI", saat kemarin tidak, entah karena apa jadi berubah. pasti adanya faktor yang penunjang.
apakah ini bisa disebut sebagai Si Bungsu yang enak akan hidupnya atau Si Bungsu yang merasa dimanja setiap saat? justru dengan kebalikannya, Si Sulung yang menjadi segalanya.


saya harap mereka bisa mengerti dengan keadaan yang seperti ini. tidak menyia-nyiakan Si Bungsu karena sangat bermanfaat walau hanya dijadikan sebuah pajangan atau pengikis debu belaka

5 komentar:

  1. kesalahan nih, punya blog tapi gak bilang2! ckckckck...
    izin nyimak dulu ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap salah kang. udah lama banget kang, gak pengen juga kang publikasiin blog kang karena blognya gak sebagus blog akang.

      Hapus
    2. ya Allah, segini bagusnya kok malahan akang yg minder pas liat blog gita nih. :)
      akang mah masih amatiran de..

      Hapus
    3. siap kang, isi blog saya gak bermutu kang, punya akang keren-keren loh kang

      Hapus