Social Icons

Pages

Jumat, 24 Mei 2013

Vesakh Day

www.wihara.com

Vesakh day, salah satu hari besar agama saya dari empat yang dirayakan dalam kurun waktu tahunan. Hampir setiap empat bulan sekali umat saya merayakan hari besar. Vesakh day, paling besar dan paling penting, karena memperingati 3 kejadian penting pada masa itu. Oleh karena itu,  pemerintah menjadikan sebagai hari libur nasional. Dua tahun belakangan ini menjadikan hari tersebut cukup biasa saja, tidak terlalu istimewa untuk saya, terlebih tahun ini, tahun ini!

H-1 vesakh day, sampai detik ini saya belum merasa indahnya gema waisak, sedih, sungguh miris. Saya pun tidak bisa merasakan indahnya kebersamaan dalam keluarga. Jikalau ada event di Jakarta, saya hanya dapat mendapatkan sms dan telepon saja, hanya bisa membayangkan mereka dalam gema waisak yang terjadi disana, ketika saya masih sempat bersama mereka. Betapa mereka pamer akan kegiatan yang dilaksankannya disana. Begitupun sanak saudara di kota lain, mereka memiliki gema waisak yang berbeda-beda. 


Untungnya feel saya benar, saya tidak memutuskan membeli tiket ke Jakarta sebulan lalu. Masih ada kegiatan penting dan ujian terakhir saya ini yang menjadi sangat penting. Ujian terakhir di semester genap, walaupun saya tidak terlalu konsentrasi akan ujian ini, setidaknya saya tidak mengikutinya secara susulan. 


Hampir sebulan gema itu dilaksanakan, tapi mengapa tidak ada satu apapun makna yang saya dapati. Inilah nasib anak perantauan. Jauh dari keluarga, apalagi sebagai umat minoritas. Ya, saya merasa sendiri, memang sendiri merayakannya. Dan saya merayakannya di dalam hati. HATI. Bedanya di tanah ini, kurangnya event dalam menyongsong vesakh day. Setiap minggu hanya keluar masuk tanpa adanya makna yang saya dapatkan. Kecewa dengan diri saya sendiri, mengapa saya tidak bisa menciptakan gema itu sendiri bagi diri saya.  Mengapa saya tidak memiliki hati untuk merayakannya.


Tahun ini sungguh berat, apalagi ketika esok hari tiba, saya belum bisa melaksanakannya dengan baik. Saya harus tetap mengikuti kegiatan yang telah lama dirancang, salah satu kegiatan yang penting dalam pendidikan saya. 


Sempat ditawarkan untuk mendapatkan izin, tetapi saya menolak dengan berbagai pertimbangan, biarkan apa yang mereka katakan, tetapi saya tetap pada pendirian saya bahwa saya  korsa, saya sehati dengan kalian semua, saya sama rasa dengan apa yang kalian rasakan esok, saya sama-sama ingin merasakan kegiatan itu dengan kalian, saya rela mengorbankan sesuatu demi kalian, saya tidak mau dijudge bahwa saya tidak memiliki sifat-sifat teladan yang baik, inilah saya. Entah apa yang kalian pikirkan tentang saya dan keyakinan saya, itu urusan pribadi saya. 


Disaat keluarga saya bersilahturahmi diluar kota untuk merasakan makna vesakh day bersama keluarga  besar di perkampungan sederhana, disini saya cukup dengan mendapatkan kabar indah tersebut via telepon genggam. Cukup rasakan sendiri, tanpa keluarga saya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya. 


Urusan lain, urusan saya dengan-Nya, biar saya yang akan menanggung semua resiko itu. Entah apapun itu. Maafkan saya. Maafkan saya, yang belum bisa menjalankan perintah-Mu dengan tepat. Sebagai manusia biasa, saya siap menerima apapun karma yang nantinya akan saya hadapi. Saya rela karma buruk apapun berbuah karena pilihan saya ini. 


Ini memang suatu kebetulan yang tidak bisa saya melarikan diri. Yang ada, saya harus menjalankan. Semoga masih ada gema yang saya rasakan setelah hari H tiba, mungkin satu hari setelah itu, saya bisa merasakan adanya gema tersebut walaupun berat untuk tidak merayakan dengan keluarga besar.