Social Icons

Pages

Featured Posts

Selasa, 12 Juli 2016

BACKPACKER-AN DIENG, WONOSOBO, JAWA TENGAH

Sehubungan bulan puasa, dan gue gak puasa, akhirnya gue berdua mantan temen SMA gue ke Dieng. 2 tahun belakangan ini memilih jalan di bulan puasa biar agak sepian dan menikmati pemandangan alam bukan menikmati pemandangan orang.
Namanya juga pekerja kantor, jumat sabtu minggu buat jalan-jalan apalagi ke luar kota emang banyak resikonya. Yang paling penting: Waktu.

Jumat sore, kita berangkat naik bus dari Terminal Rawa Buaya, Jakarta Barat.
Naik bus Sinar Jaya, harganya 85ribuan, ngetem lama sih enggak, tapi masuk tol bukan untuk melaju ke cikampek tapi mengambil penumpang di beberapa tempat dulu. Ternyata pake dioper lagi, di daerah Indramayu, ini memakan waktu hampir 1 jam. Kemudian istirahat di Prupuk pada dini hari sekitar jam 2. Sampai terminal Wonosobo pas jam 7 pagi. Sebenarnya, kenek bus sebelum nyampe di Terminal Wonosobo nanya yg mau turun di Dieng, tapi kita berdua gak denger, alhasil kita turun di terminal dan naik angkot untuk turun di pertigaan arah ke Dieng, lanjut lagi ke Dieng naik micro bus (elf) harga sekitar 20ribu dengan duduk berdua di samping sopir.

Jarak 26 km sekitar 2 jam-an dan lagi-lagi banyak ngetem nyampe di pertigaan Dieng jam 9. Ternyata langsung turun di depan homestay Bu Djono yang kita udah pesen sebelumnya dengan harga 75ribu. murah? iya, soalnya kamar mandi luar tapi plus air hangat dan bangunannya masih lama banget katanya gak pernah berubah. setelah itu kita langsung check-in karena ada kamar yg kosong dan langsung menghubungi si penyewa motor yg terbilang murah dengan harga 75ribu selama 24 jam (cp. 081327421741). sebenarnya kalau mau beneran backpacker bisa jalan kaki, sekitar 3 km muter-muter tempat wisata di Dieng.

Jam setengah 10, kita langsung cus ke Batu Ratapan Angin, sebelumnya bayar dulu 8ribu di pintu masuk Dieng, ternyata gratis kalo masuknya melalui Candi Arjuna alias lewat belakang. Batu Ratapan Angin masuknya harga 10ribu.

Nah, ini ada wahana baru di Batu Ratapan Angin, jembatan goyang ini baru sekitar 2 bulanan dibuat, cukup membayar 10ribu bisa naik jembatan itu, dijamin safety. Tukang fotonya juga ramah banget, beberapa kali tag dan dia mengarahkan gayanya. Abis itu kita turun ke tempat parkir mencicipi kentang dan jamur krispi goreng cuma 5ribu seporsi.

Berhubung mau pindah tempat tapi hujan, akhirnya kita memutuskan untuk nonton di Dieng Teater, gratis karena udah termasuk tiket awal yg kita beli 8ribu. Abis itu, kita makan bakso dan cussss ke tempat lain. Ke bawah, ke arah Telaga Warna. di Telaga Warna berhubung weekend bayar 7,5k. Disini bisa liat telaga warna, telaga pengilon, dan beberapa goa.
ini goa batu tulis

goa sumur
telaga warna
Sehabis dari telaga warna, kita langsung menuju Kawah Sikidang naik motor. Ini tiketnya 10ribu sudah termasuk Candi Arjuna. Kawah ini bau belerang dan masih aktif.

pas mau pulang, pasti hujan. Begitupun disini, lumayan lama dan menghabiskan waktu nunggu hujan. sepanjang jalan ada yg jualan belerang katanya bagus untuk kulit dan juga bunga edelwies yg katanya bunga abadi. Pusat oleh-oleh saya membeli terong belanda dengan harga 10k per kilogram.

Setelah dari situ kita meluncur ke kompleks Candi Arjuna, dengan memakai tiket terusan yg tadi. Ada beberapa candi, candi Srikandi, dll. trus di luar candi Arjuna ada Candi Gatot Kaca. cuma pas kesana lagi ada yg dipugar. 

setelah dari kompleks arjuna, lagi dan lagi hujan. kita menunggu sampai hujan reda sambil makan bakso mencari kehangatan di pertigaan dieng dekat homestay. lalu pulang, mandi, nyantai alias tidur. Jam 9 malam kita kelaparan dan cari makan disekitar homestay. berhasil nemu nasi goreng, dan si warung kecil yang ada tungku apinya buat ngangetin badan. 
saya bersama rekan sejak SMA
setelah makan, kami tidur untuk bersiap-siap besok subuh ke sikunir dengan berdoa semoga besok subuh tidak hujan dan hanya malam ini. Katanya kalau habis hujan gini, malah bagus sunrise besok pagi.

Besok paginya saya bangun jam 4 dan masih HUJAN. duh, agak kecewa. saya tunggu sampai 4.30 hujan reda, dan akhirnya kami subuh meluncur ke sikunir dengan motor dan jaket lapis 3. dingit banget, subuh gini bawa motor di gunung. perjalanan sekitar 20 menit, takut nyasar karena jalanan gelap, dan lewat desa sembungan.

Sampai di Sikunir pukul 5.30 dan agak becek karena habis hujan. akhirnya daripada penasaran dan sudah kepalang nanggung kita naik ke Sikunir dengan biaya 10ribu per orang. nanjak agak licin karena habis hujan, kami pun sampai dan menikmati cukup lama NEGERI DI ATAS AWAN, walaupun GAGAL lihat GOLDEN SUNRISE. 



masih mendung, dan awannya belum turun semua. agak becek sih tapi ya menikmati ajalah. Abis dari Sikunir, melihat telaga cebong, banyak yg masang tenda disana. Karena mungkin ingin benar-benar menikmati Sikunir ngecamp kali ya.

setelah itu, kita turun dari bukit dan mampir serta melewati Desa Sembungan yang katanya desa tertinggi di pulau Jawa. 


Kita lihat jam masih menunjukkan pukul 9, dan masih enggan balik ke homestay. akhirnya kita ke Sumur Jalantunda yg katanya gak recommended. Benar saja, jalannya lumayan jauh dan naik turun maklum kan digunung. Sampai sana, belum ada si penunggu karcis. alhasil gretongan masuknya. Sumur besar warnanya agak hijau, disana juga dipagerin biar gak gak ada yg loncat kali ya. 


abis dari situ, mampir kawah seleri yg gak recommended juga. kita cuma lihat dari atas jalan, karena kalau mau ke kawahnya lumayan jauh dan males buat naik ke atas lagi,


sepulang dari situ, saya membeli oleh-oleh Carica di sekitar Candi Arjuna di home industri biar lebih fresh dan murah. seharga 12.500 per box isi 6 buah. Plus dikasih carica yang masih utuh. dan mmapir toko oleh-oleh untuk membeli kripik-kripik dan jamur yang diawetkan.


saya langsung bergegas pulang dengan naik elf ke arah Wonosobo membayar 7500 per orang dan mampir gardu pandang karena searah dengan jalan pulang. Bisa memandang dieng dari ketinggian nih. 


pas di depan wisma bu djono
nyambung elf lagi ke terminal Wonosobo bayar 10ribu per orang. Dari pertigaan karena waktu masih banyak, kami sempatkan nyari mie ongklok tapi masih belum buka mungkin berhubung puasa, sampai mencari ke Alun-Alun loh. Setelah itu saya kembali ke Jakarta dengan naik Sinar Jaya seharga 110 ribu, berangkat pukul 16.30 sampai Jakarta esok subuh pukul 03.00. Jam 7 saya berhadapan dengan layar kembali di meja kerja!

Sabtu, 07 Desember 2013

Wajib Lulus TKD!

Isu tentang bagaimana dan kapan status kepegawaian selalu dipertanyakan. Apapun mengenai hal tersebut membuat kami galau, penuh ketidakpastian dan beribu-ribu pertanyaan. Kini, semua telah terjawab. 

Terobosan baru yang dilakukan pemerintah saat ini, TKD (Tes Kompetensi Dasar) dalam seleksi CPNS. Sebenarnya mulai tahun 2013 ini, semua peserta didik sekolah kedinasan wajib mengikutinya termasuk kami, praja (sebutan mahasiswa/i di IPDN). Pasalnya kebijakan yang ada saat ini memaksa kami untuk lulus dalam tes ini dan kemudian baru diangkat menjadi CPNS. Ya, namanya juga kebijakan ada pihak pro dan banyak juga yang kontra, apalagi saat-saat terakhir dalam dunia kuliah.

Berbeda dengan angkatan-angkatan sebelumnya tanpa melalui tahap TKD ini, walaupun kami sudah mengenyam pendidikan selama dua tahun dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut kami mau gak mau harus mengikuti kebijakan yang sedang berlaku saat ini, tidak ada kata tidak bisa!

Kalau hanya dikatakan sebagai formalitas, ya bisa kita lihat nanti hasilnya apakah sesuai dengan isu bahwa tes ini hanya sekedar menghitamkan lembar ujian belaka. 

Teknisnya setiap mahasiswa wajib mengikuti TKD, baik itu bisa dilakukan sebelum atau sesudah pendidikan dalam suatu institusi. Prinsipnya ya peserta didik sekolah kedinasan manapun wajib mengikuti tes ini. Tidak bisa bilang tidak. Tes ini bertujuan untuk merekrut CPNS yang adil, objektif, transparan dan bebas KKN. 

Dalam tes ini, ada tiga kelompok soal yakni tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU) dan  tes karakteristik pribadi (TKP). 

Pray for TKD!

Rabu, 02 Oktober 2013

always 30

belakangan ini tanggal 30 menjadi berarti untukku, entah sejak bulan apa bahkan tahun kapan. yang tahu cukup kau dan aku. spesial? mungkin, tapi hanya untukku saja itu menjadi bermakna, belum tentu kamu. 

jatuh cinta? mungkin bisa dikatakan seperti itu. jatuh cinta lagi? itu pasti. sudah lama tidak merasakannya semenjak kejadian pahit itu datang, ya dia meninggalkan begitu saja tanpa kabar yang jelas. berusaha sabar dan menunggu akan kesibukannya, cukup lama. tapi namanya manusia batas kesabaran sudah habis, dan memutuskan ya mungkin tidak akan bertemu kembali walaupun sampai saat ini dia berusaha menghubungi melalui ponsel. dia terus memberikan segala gombalan busuknya dan janji-janji palsunya agar kembali lagi bersamanya. dia salah orang nampaknya, menurut saya hanya menghabiskan waktu dan tenaga untuk orang yang sama sekali tidak memiliki komitmen akan sesuatu hal. Ke laut aja sana! 

semua telah berubah, segala situasi dan kondisi dapat mempengaruhi. sejak bertemu kamu, semuanya aneh. aku telah mengenalmu cukup lama, bukan saja hitung detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan mungkin tahun. itu yang membuat aku yakin dan percaya akan dirimu. mungkin selama ini memang kamu orang yang tepat. orang yang selalu ada disampingku, selalu bisa diorder kapan pun, bisa mengerti segala kondisi yang ada, ya mungkin untuk orang lain sulit menerima kondisi seperti ini dikarenakan masih mengeyam pendidikan dalam boarding school. tapi ya memang ini keadaannya, saling memberi dukungan dan mengerti itu menjadi hal terpenting. 

ya, ini memang tentang perasaan. perasaan kita. tanpa melihat latar belakang masing-masing. aku takut kehilanganmu, begitupun sebaliknya. ingin saling memiliki dan mencintai. ini yang membuat kita untuk tetap bersama. we always together forever :*

dulu, dalam segala event tanpa disengaja kita sering menjadi rekan kerja. salah satunya karena rekan kerja ini menjadikan kuantitas mengenalmu lebih banyak. entah ini memang takdir atau menjadi kebetulan saja. tapi, ya entah mengapa juga aku percaya kalau ini memang bukan sebuah kebetulan, ini ada yang mengatur. suatu saat pasti kita mendapatkan hasil dari semua proses ini. 

ikuti cara mainnya, ikuti proses, ikuti jalur pasti akan selamat. seperti air mengalir dari hulu ke hilir dan tujuan akhirnya muara. dari sana, kita buat cerita baru, pengalaman baru, dan yang pasti cinta baru. 

banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa ku ambil.

kita selalu kompak, sangat kompak. banyak kesamaan, tak hanya perbedaan yang membuat semakin indah. di setiap kesempatan aku selalu menemanimu, begitupun sebaliknya. di setiap doaku disertai pula namamu, disetiap pikiranku pasti ada kamu. ya, aku berusaha terlihat sempurna di depanmu, padahal kamu bisa menerima apa saja yang menjadi kekuranganku. kita saling melengkapi. banyak cerita yang kita ukir, bukan hanya di satu tempat, banyak tempat. 

kini, kita terpisah jarak tanpa waktu. ya, hanya jarak saja. ini menjadi ujian untuk hubungan kita, menguji seberapa besar kesetiaan dan keseriusan hubungan ini. awalnya memang berat, susah move on, banyak waktu yang terbuang hanya untuk memikirkan bagaimana keadaanmu disana tanpa aku. aku bodoh, memang bodoh, hampir satu bulan susah untuk menerima kenyataan bahwa ya memang kita terpisah jarak, hanya ada ponsel yang menjadi saksi bisu. sering merindukanmu. ponsel memang sangat menggoda, menunggu setiap hari kabarmu, aku cemas. 

waktu menjadi sangat berharga. dulu, saat jarak belum memisahkan kita, kapan saja dan dimana saja cukup untuk bertemu, bertatap muka, dan berbagi kasih sayang. tetapi saat ini, 1 jam menelpon sehari itu pun belum cukup, 1 pesan instan dari nomor ponselmu itu menjadi sangat berharga, 1 jam skype-an menjadi kado terindah yang belum tentu dapat dilakukan setiap hari. itulah seni, ya seni dalam membina hubungan jarak jauh. bahasa gaulnya #LDR 

ingat 2K, kejujuran dan komunikasi. ini memiliki makna yang sangat kuat. butuh keduanya, salah satu diam, semuanya hancur, hancur. keduanya akan menumbuhkan saling percaya dan mudah-mudahan semuanya menjadikan hubungan ini lancar. suatu saat nanti, kita pasti bertemu. tenang saja, selagi ponsel masih aktif dan kita masih memiliki komitmen yang kuat, kenapa tidak. toh, bukankah Tuhan memiliki rencana mengapa kita dipertemukan dan dijadikan saling membutuhkan kau dan aku, ya kau dan aku akan tetap bersama selamanya. 

Jangan nakal disana!

Selasa, 11 Juni 2013

im 20 years old

yeah! 20! OMG!
Ternyata saya sudah berkepala 2, WELCOME 20!

Cukup tua yaa, jadi malu kalau ingin berbuat sesuatu yang salah. Hari kelahiran saya ini bertepatan dengan hari keempat melaksanakan Praktik Lapangan 2 di Kec. Mempawah Hilir.

Yeah, ultah kali ini saya tidak mendapatkan makanan menza yang tiga kali sehari dengan porsi kuli-kuli, baca: buanyak buanget. Dan tidak juga diceburin dalam kolam yang bau amis dan tidak manusiawi itu. Karena jika ada teman yang senasib dengan saya, maka yang saya lakukan menyeburkannya minimal dua kali ke dalam kolam. 

Ya paling tidak teman satu kelompok yang memberikan surprise di tengah malam, dan ada juga bang tyo yang nyempetin dateng padahal beda kecamatan, bang reza absen karena tidak adanya kesempatan.

Sebenarnya saya paling tidak suka yaa perayaan hari kelahiran karena sudah semakin bertambahnya umur dan semakin beban mental untuk meningkatkan kedewasaan. Tetapi saya cukup bangga dengan diri saya sendiri yang seperti ini. Memang perlu ditingkatkan kembali, ya semoga saja semakin sadar. 



 Terimakasih kepada teman-teman dan juga bintek di Kelompok 5 Kec. Mempawah Hilir


Sabtu, 01 Juni 2013

Welcome June


Welcome June

June (bahasa Inggris) atau Juni (bahasa Indonesia) adalah bulan ke-6 dalam satu tahun, artinya sudah setengah tahun melewati bulan-bulan yang totalnya dua belas. Ternyata waktu tidak terasa, rasanya baru saja memulai awal tahun dengan kembang api dan doa baru ternyata saat ini sudah sampai dipertengahan tahun. Wow!

Bulan Juni merupakan bulan favorit saya, dimana saya akan sampai ke bornday. Saya akan meninggalkan kategori umur belasan, saya akan menghadapi kepala dua. Sebenarnya tidak tega akan bertambahnya umur, karena semakin hari semakin tua dan akan mendekati tujuan akhir hidup. Bukan saya tidak siap, tetapi saya masih menyadari bahwa saya masih memiliki banyak kekurangan dan belum terlalu bermanfaat untuk orang lain. 

Untuk apa hidup ini, jika kita belum bisa melakukan sesuatu yang berguna dan membuat semua orang bangga terhadap kita. Kata-kata bijak mengatakan, tua itu pasti tetapi dewasa itu pilihan. Memang benar semakin bertambahnya umur semakin tua pula umur kita. Tetapi apakah dewasa itu pilihan akan bertambah pula? Sebagian besar orang bisa berpendapat seperti itu, tetapi tidak untuk semua orang. 

Dengan bertambahnya umur, semakin bertambahnya beban dan kedewasaan yang harus diraih. Kita bersikap dewasa bukan saja batasan umur yang sudah dicapai, tetapi juga tantangan dan masalah-masalah yang sudah bisa kita hadapi dan dapat diselesaikan dengan baik. Semakin banyak godaan dan tantangan semakin berani pula kita untuk berpikir dan bertindak. Bukankah ini yang saya harapkan. Semoga saja bisa lebih baik bagi diri saya

Well, bercerita bulan lalu, bulan Mei memang berat dan sangat kejam untuk saya. Dari berbagai arah banyak cobaan dan tantangan untuk saya. Tetapi saya sudah lakukan usaha yang maksimal untuk mengatasinya dan tidak lupa doa. Ya, semoga Mei tidak terlalu kelabu untuk saya. 

Bulan ini, sungguh istimewa. Terlepas dari bornday tadi, Juni juga menghadirkan semangat baru. Kegiatan Praktik Lapangan 2 akan berlangsung selama sebulan. Istimewanya, dapat belajar bukan di bangku kuliah dan kelas, tetapi justru turun langsung ke lapangan untuk benar-benar menyaksikan dan implementasi dari materi yang diberikan selama dua semester belakangan ini.

Mempawah hilir, nama kecamatan yang menjadi objek studi kelompok saya. Kisah yang beredar, ini kota dan tidak berada di pelosok. Berbeda dengan ketika saya di Praktik Lapangan 1, saya berada di desa terujung dari posko. Namun saya sangat bersyukur akhirnya bisa membandingkan antara dua tempat yang berbeda dan kemungkinan terbesarnya suasana tempat yang sangat berbeda. 

Semoga PL 2 ini memberikan manfaat bagi siapapun dna pastinya pengalaman yang sangat berharga.

Jumat, 24 Mei 2013

Vesakh Day

www.wihara.com

Vesakh day, salah satu hari besar agama saya dari empat yang dirayakan dalam kurun waktu tahunan. Hampir setiap empat bulan sekali umat saya merayakan hari besar. Vesakh day, paling besar dan paling penting, karena memperingati 3 kejadian penting pada masa itu. Oleh karena itu,  pemerintah menjadikan sebagai hari libur nasional. Dua tahun belakangan ini menjadikan hari tersebut cukup biasa saja, tidak terlalu istimewa untuk saya, terlebih tahun ini, tahun ini!

H-1 vesakh day, sampai detik ini saya belum merasa indahnya gema waisak, sedih, sungguh miris. Saya pun tidak bisa merasakan indahnya kebersamaan dalam keluarga. Jikalau ada event di Jakarta, saya hanya dapat mendapatkan sms dan telepon saja, hanya bisa membayangkan mereka dalam gema waisak yang terjadi disana, ketika saya masih sempat bersama mereka. Betapa mereka pamer akan kegiatan yang dilaksankannya disana. Begitupun sanak saudara di kota lain, mereka memiliki gema waisak yang berbeda-beda. 


Untungnya feel saya benar, saya tidak memutuskan membeli tiket ke Jakarta sebulan lalu. Masih ada kegiatan penting dan ujian terakhir saya ini yang menjadi sangat penting. Ujian terakhir di semester genap, walaupun saya tidak terlalu konsentrasi akan ujian ini, setidaknya saya tidak mengikutinya secara susulan. 


Hampir sebulan gema itu dilaksanakan, tapi mengapa tidak ada satu apapun makna yang saya dapati. Inilah nasib anak perantauan. Jauh dari keluarga, apalagi sebagai umat minoritas. Ya, saya merasa sendiri, memang sendiri merayakannya. Dan saya merayakannya di dalam hati. HATI. Bedanya di tanah ini, kurangnya event dalam menyongsong vesakh day. Setiap minggu hanya keluar masuk tanpa adanya makna yang saya dapatkan. Kecewa dengan diri saya sendiri, mengapa saya tidak bisa menciptakan gema itu sendiri bagi diri saya.  Mengapa saya tidak memiliki hati untuk merayakannya.


Tahun ini sungguh berat, apalagi ketika esok hari tiba, saya belum bisa melaksanakannya dengan baik. Saya harus tetap mengikuti kegiatan yang telah lama dirancang, salah satu kegiatan yang penting dalam pendidikan saya. 


Sempat ditawarkan untuk mendapatkan izin, tetapi saya menolak dengan berbagai pertimbangan, biarkan apa yang mereka katakan, tetapi saya tetap pada pendirian saya bahwa saya  korsa, saya sehati dengan kalian semua, saya sama rasa dengan apa yang kalian rasakan esok, saya sama-sama ingin merasakan kegiatan itu dengan kalian, saya rela mengorbankan sesuatu demi kalian, saya tidak mau dijudge bahwa saya tidak memiliki sifat-sifat teladan yang baik, inilah saya. Entah apa yang kalian pikirkan tentang saya dan keyakinan saya, itu urusan pribadi saya. 


Disaat keluarga saya bersilahturahmi diluar kota untuk merasakan makna vesakh day bersama keluarga  besar di perkampungan sederhana, disini saya cukup dengan mendapatkan kabar indah tersebut via telepon genggam. Cukup rasakan sendiri, tanpa keluarga saya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya. 


Urusan lain, urusan saya dengan-Nya, biar saya yang akan menanggung semua resiko itu. Entah apapun itu. Maafkan saya. Maafkan saya, yang belum bisa menjalankan perintah-Mu dengan tepat. Sebagai manusia biasa, saya siap menerima apapun karma yang nantinya akan saya hadapi. Saya rela karma buruk apapun berbuah karena pilihan saya ini. 


Ini memang suatu kebetulan yang tidak bisa saya melarikan diri. Yang ada, saya harus menjalankan. Semoga masih ada gema yang saya rasakan setelah hari H tiba, mungkin satu hari setelah itu, saya bisa merasakan adanya gema tersebut walaupun berat untuk tidak merayakan dengan keluarga besar.

Rabu, 27 Maret 2013

this is my choice

sejak lama saya ingin bisa mencurahkan segala pikiran saya tentang cita-cita, tapi waktu lah yang belum mengizinkan dan mudah-mudahan saat ini saya telah merampungkannya.

Begini, ketika saya bersekolah di salah satu sekolah dasar di kawasan Pluit Mas, saya memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Ya, mungkin terdengar biasa saja. tapi menurut saya sangat luar biasa, karena tugas guru sebenarnya tersirat bukan tersurat. Dia memiliki tanggung jawab yang besar terhadap murid-muridnya. Kalau bercerita soal tanggungjawab saya jadi teringat dengan salah satu dosen yang mengajar saya yang menyimpulkan bahwa jika muridnya gagal maka yang lebih gagal adalah guru tersebut karena belum bisa memberikan ilmu kepada murid tersebut yang membuat murid gagal. Guru jangan pelit dalam memberikan ilmu, guru yang baik adalah guru yang kehilangan ilmunya demi kepintaran muridnya. Kehilangan ilmu disini yakni berbagi ilmu yang selama ini didapatkannnya melalui pendidikan yang telah dilalui. Kemungkinan itu ada, tetapi banyak kemungkinan lain juga yang muncul misalnya dari murid itu sendiri, bagaimana murid tersebut memahami atau menelaah suatu ilmu yang diberikan.

Mungkin kedua orang tua saya yang mewarisi keinginan saya untuk menjadi guru tetapi seperti memang ada bakat atau jiwa untuk mengajar. Ketika itu saya sering mengajari teman-teman atau bisa disebut kerja kelompok. Saling membantu dan saling berbagi ilmu. Pelajaran yang paling saya sukai Bahasa Mandarin. Ya, sekolah dasar saya dulu lumayan terbilang elit. Itu salah satu sebabnya ketika ingin melanjutka SMP saya tidak boleh masuk ke SMP Negeri dan tetap tinggal disitu karena yaa memang Bahasa Mandarin tersebut sangat penting, selain bahasa Inggris. Sampai pernah suatu saat saya mengajari nenek saya (re: mbok) untuk bisa belajar Bahasa Mandarin walaupun dasar-dasar saja. 

Semakin lama saya semakin terinspirasi oleh sosok itu. Lain ketika saya berada di bangku kelas satu smp. Sosok guru keyboard yang dengan sabar mengajari jari saya agar ketak-ketik dengan lancar diatas toots. Hampir 2 tahun saya menjalani proses tersebut sampai akhirnya bosan dan kemudian mandek di tengah jalan yang seharusnya selesai empat tahun lamanya. Sekarang jari-jari ini kaku, bahkan malu untuk berkutak-kutik ketika melihat jajaran putih hitam. Mungkin itu belum bakat atau yang secara singkat saya menyerah begitu saja. 


Lain halnya semasa SMA, sekolah saya termasuk unggulan di daerah saya. Merasa tidak puas ketika keinginan saya bertolakbelakang dengan keadaan, ya beginilah, dinilai belum sanggup untuk menjalani kegiatan tersebut membuat saya terpaksa masuk di tempat pendidikan yang cukup dekat dengan kediaman saya. Jika memilih saya lebih suka agak sedikit jauh dari rumah karena gunanya yaa untuk melatih keberanian untuk pulang dengan angkot dan juga untuk melihat daerah-daerah yang tidak monoton. Memang Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Di sekolah ini lagi-lagi sosok itu memotivasi saya untuk membuat cita-cita saya benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Tidak ada salahnya ketika saya semakin bersemangat apalagi waktu itu mendekati pelaksanaan Ujian Nasional. Hasilnya memang tidak nihil, hasilnya hebat, dasyhat, super. Nama saya tersebutkan diurutan pertama ketika pembacaan the best score, dengan kebaya merah marun saya memegang medali dan sertifikat dengan penuh bangga. Itu berkat asupan   semangat dari sosok itu. 


Dan pada akhirnya ketika hari pengumuman itu datang, saya masuk dalam FE di duaUniversitas Negeri di Pulau Jawa yakni Semarang dan Jogja. Memang jurusan yang saya minati karena bisa mewujudkan cita-cita saya. Sebelumnya saya telah gagal berkali-kali dalam jurusan akuntansi di beberapa Perguruan Tinggi Negeri besar yang ada di Depok dan Yogyakarta dalam jalur apapun. Nama saya juga sempat muncul di salah satu PTS di daerah Grogol, Jakarta dengan jurusan akuntansi, tapi dengan mudahnya saya cancel walaupun ketika itu sudah kena cash. Saya adalah tipe orang yang memiliki keinginan besar dan berharap keberuntungan itu datang, tetapi memang itu belum saatnya. Nanti ketika memang saat itu tiba entah melanjutkan pendidikan S2 atau S3 sekalipun. Ketika orang tua saya memiliki rasa kasihan ketika saya belum mendapatkan yang saya inginkan, tetapi tidak bagi saya, terus berusaha jika kesempatan itu masih ada. Sampai pada akhirnya saya harus memilih untuk meninggalkan kota tempat saya dilahirkan dan menjadi seorang mahasiswi perantauan di kota pelajar. Ini impian saya, kuliah di kota pelajar dan menjadi anak kost, ini jalan saya untuk menjadikan cita-cita terwujud. Saya sudah boyongan ke Jogja dan sempat beberapa bulan tidur di kasur yang sempit, kempes dan ruangan yang tidak ber-AC. Sempat juga merasakan indahnya ospek ketika bulan puasa dan saya juga ikut-ikutan puasa yang mirisnya tanpa sahur. Cita-cita pertama saya yang nantinya saya akan lebih tertarik untuk malah mengajar mahasiswa bukan seumuran anak kecil bahkan lebih.


Tetapi semua itu, hanya sebatas waktu beberapa bulan saja. Berkenala untuk mengenal daerah orang lain belum sempat dikuasai sepenuhnya, hanya beberapa tempat saja. Saya harus pergi meninggalkan kamar kost yang imut dengan Ibu Sri si penjaga rumah yang setia ketika melihat pemberitahuan tes tahap 4 oleh sebuah lembaga pendidikan. Saya sebenarnya bingung, sempat menangis, menyesal dan sempat ada perlawanan dalam diri saya. Ketika saya sudah enjoy  dan mampu melupakan kenyamanan di kota kelahiran saya, saya malah dihadapkan kepada sebuah pilihan yang sulit. Ya, ini sebagai akibat dari   mencari sebuah peruntungan yang lebih baik. Mungkin doa orang tua juga yang membawa saya sampai dengan tahap tes ini. Ketika itu, saya sudah dianggap dewasa dan diberikan hak otonom bagi diri saya untuk memutuskan bagaimana kelanjutan dari sebuah tahapan yang harus saya lewati. Semasa SMP pernah membayangkan saya menjalani proses pendidikan dalam boarding school dan berseragam, tapi itu cuma pikiran sesaat dan tidak pernah saya pikirkan dalam benak saya sekalipun, hanya satu kali, saya ingat betul. Dan pada akhirnya this is my choice untuk dikukuhkan bersama dua ribu orang lainnya dari 34 provinsi yang ada di negara kita ini. Mohon doa agar kelak saya bisa menjalankan profesi saya dengan baik walaupun tidak pernah terbayangkan saya akan menginjakan kaki di lembaga seperti ini. Yang saya ingin katakan ya sangat bersyukur dan semoga pilihan ini adalah pilihan terbaik yang nantinya bisa membanggakan diri, orangtua, rakyat dan negara. Bangga ketika sudah bergabung dalam lembaga ini, tidak pernah terbayangkan untuk satu rasa, satu tempat, satu pengabdia bersama orang-orang terbaik bangsa.




#keepspirit