Social Icons

Pages

Rabu, 27 Maret 2013

this is my choice

sejak lama saya ingin bisa mencurahkan segala pikiran saya tentang cita-cita, tapi waktu lah yang belum mengizinkan dan mudah-mudahan saat ini saya telah merampungkannya.

Begini, ketika saya bersekolah di salah satu sekolah dasar di kawasan Pluit Mas, saya memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Ya, mungkin terdengar biasa saja. tapi menurut saya sangat luar biasa, karena tugas guru sebenarnya tersirat bukan tersurat. Dia memiliki tanggung jawab yang besar terhadap murid-muridnya. Kalau bercerita soal tanggungjawab saya jadi teringat dengan salah satu dosen yang mengajar saya yang menyimpulkan bahwa jika muridnya gagal maka yang lebih gagal adalah guru tersebut karena belum bisa memberikan ilmu kepada murid tersebut yang membuat murid gagal. Guru jangan pelit dalam memberikan ilmu, guru yang baik adalah guru yang kehilangan ilmunya demi kepintaran muridnya. Kehilangan ilmu disini yakni berbagi ilmu yang selama ini didapatkannnya melalui pendidikan yang telah dilalui. Kemungkinan itu ada, tetapi banyak kemungkinan lain juga yang muncul misalnya dari murid itu sendiri, bagaimana murid tersebut memahami atau menelaah suatu ilmu yang diberikan.

Mungkin kedua orang tua saya yang mewarisi keinginan saya untuk menjadi guru tetapi seperti memang ada bakat atau jiwa untuk mengajar. Ketika itu saya sering mengajari teman-teman atau bisa disebut kerja kelompok. Saling membantu dan saling berbagi ilmu. Pelajaran yang paling saya sukai Bahasa Mandarin. Ya, sekolah dasar saya dulu lumayan terbilang elit. Itu salah satu sebabnya ketika ingin melanjutka SMP saya tidak boleh masuk ke SMP Negeri dan tetap tinggal disitu karena yaa memang Bahasa Mandarin tersebut sangat penting, selain bahasa Inggris. Sampai pernah suatu saat saya mengajari nenek saya (re: mbok) untuk bisa belajar Bahasa Mandarin walaupun dasar-dasar saja. 

Semakin lama saya semakin terinspirasi oleh sosok itu. Lain ketika saya berada di bangku kelas satu smp. Sosok guru keyboard yang dengan sabar mengajari jari saya agar ketak-ketik dengan lancar diatas toots. Hampir 2 tahun saya menjalani proses tersebut sampai akhirnya bosan dan kemudian mandek di tengah jalan yang seharusnya selesai empat tahun lamanya. Sekarang jari-jari ini kaku, bahkan malu untuk berkutak-kutik ketika melihat jajaran putih hitam. Mungkin itu belum bakat atau yang secara singkat saya menyerah begitu saja. 


Lain halnya semasa SMA, sekolah saya termasuk unggulan di daerah saya. Merasa tidak puas ketika keinginan saya bertolakbelakang dengan keadaan, ya beginilah, dinilai belum sanggup untuk menjalani kegiatan tersebut membuat saya terpaksa masuk di tempat pendidikan yang cukup dekat dengan kediaman saya. Jika memilih saya lebih suka agak sedikit jauh dari rumah karena gunanya yaa untuk melatih keberanian untuk pulang dengan angkot dan juga untuk melihat daerah-daerah yang tidak monoton. Memang Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Di sekolah ini lagi-lagi sosok itu memotivasi saya untuk membuat cita-cita saya benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Tidak ada salahnya ketika saya semakin bersemangat apalagi waktu itu mendekati pelaksanaan Ujian Nasional. Hasilnya memang tidak nihil, hasilnya hebat, dasyhat, super. Nama saya tersebutkan diurutan pertama ketika pembacaan the best score, dengan kebaya merah marun saya memegang medali dan sertifikat dengan penuh bangga. Itu berkat asupan   semangat dari sosok itu. 


Dan pada akhirnya ketika hari pengumuman itu datang, saya masuk dalam FE di duaUniversitas Negeri di Pulau Jawa yakni Semarang dan Jogja. Memang jurusan yang saya minati karena bisa mewujudkan cita-cita saya. Sebelumnya saya telah gagal berkali-kali dalam jurusan akuntansi di beberapa Perguruan Tinggi Negeri besar yang ada di Depok dan Yogyakarta dalam jalur apapun. Nama saya juga sempat muncul di salah satu PTS di daerah Grogol, Jakarta dengan jurusan akuntansi, tapi dengan mudahnya saya cancel walaupun ketika itu sudah kena cash. Saya adalah tipe orang yang memiliki keinginan besar dan berharap keberuntungan itu datang, tetapi memang itu belum saatnya. Nanti ketika memang saat itu tiba entah melanjutkan pendidikan S2 atau S3 sekalipun. Ketika orang tua saya memiliki rasa kasihan ketika saya belum mendapatkan yang saya inginkan, tetapi tidak bagi saya, terus berusaha jika kesempatan itu masih ada. Sampai pada akhirnya saya harus memilih untuk meninggalkan kota tempat saya dilahirkan dan menjadi seorang mahasiswi perantauan di kota pelajar. Ini impian saya, kuliah di kota pelajar dan menjadi anak kost, ini jalan saya untuk menjadikan cita-cita terwujud. Saya sudah boyongan ke Jogja dan sempat beberapa bulan tidur di kasur yang sempit, kempes dan ruangan yang tidak ber-AC. Sempat juga merasakan indahnya ospek ketika bulan puasa dan saya juga ikut-ikutan puasa yang mirisnya tanpa sahur. Cita-cita pertama saya yang nantinya saya akan lebih tertarik untuk malah mengajar mahasiswa bukan seumuran anak kecil bahkan lebih.


Tetapi semua itu, hanya sebatas waktu beberapa bulan saja. Berkenala untuk mengenal daerah orang lain belum sempat dikuasai sepenuhnya, hanya beberapa tempat saja. Saya harus pergi meninggalkan kamar kost yang imut dengan Ibu Sri si penjaga rumah yang setia ketika melihat pemberitahuan tes tahap 4 oleh sebuah lembaga pendidikan. Saya sebenarnya bingung, sempat menangis, menyesal dan sempat ada perlawanan dalam diri saya. Ketika saya sudah enjoy  dan mampu melupakan kenyamanan di kota kelahiran saya, saya malah dihadapkan kepada sebuah pilihan yang sulit. Ya, ini sebagai akibat dari   mencari sebuah peruntungan yang lebih baik. Mungkin doa orang tua juga yang membawa saya sampai dengan tahap tes ini. Ketika itu, saya sudah dianggap dewasa dan diberikan hak otonom bagi diri saya untuk memutuskan bagaimana kelanjutan dari sebuah tahapan yang harus saya lewati. Semasa SMP pernah membayangkan saya menjalani proses pendidikan dalam boarding school dan berseragam, tapi itu cuma pikiran sesaat dan tidak pernah saya pikirkan dalam benak saya sekalipun, hanya satu kali, saya ingat betul. Dan pada akhirnya this is my choice untuk dikukuhkan bersama dua ribu orang lainnya dari 34 provinsi yang ada di negara kita ini. Mohon doa agar kelak saya bisa menjalankan profesi saya dengan baik walaupun tidak pernah terbayangkan saya akan menginjakan kaki di lembaga seperti ini. Yang saya ingin katakan ya sangat bersyukur dan semoga pilihan ini adalah pilihan terbaik yang nantinya bisa membanggakan diri, orangtua, rakyat dan negara. Bangga ketika sudah bergabung dalam lembaga ini, tidak pernah terbayangkan untuk satu rasa, satu tempat, satu pengabdia bersama orang-orang terbaik bangsa.




#keepspirit 

Selasa, 19 Maret 2013

Si Bungsu

konon katanya anak bungsu itu paling enak hidupnya
konon katanya anak bungsu itu paling dimanja
konon katanya anak bungsu itu paling disayang
konon katanya anak bungsu itu paling diturutin kalau dia minta sesuatu apapun itu

kata siapa? yang pasti bukan saya yang berbicara karena saya tidak merasakan hal-hal yang tertera diatas sana. menurut saya itu semua HANYA FIKTIF BELAKA! ga tau apalah menurut saya sendiri? i'm confused about it.

apakah anda seorang anak bungsu atau anak sulung atau bukan anak bungsu dan sulung? lalu menurut anda seperti apa biasanya anak bungsu diperlakukan? kebanyakan teman atau kerabat dekat saya memikirkan tentang anak bungsu yaitu seorang anak yang sering dimanja, disayang, diturutin segala kebutuhannya, dan masih banyak lagi deh. jika, anda seorang anak bungsu yang diperlakukan seperti itu saya ucapkan "BERSYUKUR dan BERBAHAGIALAH ANDA" karena anda termasuk orang yang beruntung menjadi seorang anak bungsu dan menangguhkan ucapan kerabat dekat saya tentang anak bungsu.


saya bukan sedang meminta hak sebagai anak bungsu, memang tidak ada dalam aturan ham, tetapi saya juga butuh kasih sayang. saya juga tidak berfikir manja, anak mami yang harus terus diperhatikan karena sekarang yaa memang kita sama-sama sudah dewasa. tapi apakah salah bila saya terkadang protes kenapa saya kurang diperhatikan, tidak semestinya sebenarnya saya memiliki rasa dan jiwa seperti itu, karena sesungguhnya pun orang tua tidak akan melupakan anaknya, dan tetap mencintai anaknya kapan pun dan bagaimana pun.

jarak mungkin yang sangat memisahkan kita, tapi ada komunikasi bukan? ya mungkin karena saat ini kita berbeda pulau dan provinsi. mengapa akhir-akhir ini sulit dihubungi, apakah ada yang sesuatu yang terjadi. apakah ada kejadian aneh disana? apakah mereka baik-baik saja? saya berharap seperti itu. 

sejujurnya saya cemas, sangat sangat cemas. saya berharap tidak ada suatu masalah apapun yang menimpa mereka. saya berharap positif thinking. memang masalah yang kemarin sudah berlalu, berusaha untuk melupakan dan menerima kembali "dia" untuk apa adanya memang berat. jangan protes jika nanti ketika aku pulang, sikap ku agak aneh ke kamu, mom. itu memang resikomu yang harus dan wajib kau terima, gak usah perlu ada resistensi lah. kecewa? pasti. saya mencoba membuka hati ini untuk memaafkanmu dan berharap hati ini bisa menerima kembali sosok barumu itu. mungkin itu sangat sulit. kadang aku menangis sendiri, berlinang air mata ketika menulis ini. yaa tapi memang sayaa sedang bingung kenapa masalah tersbut bisa terjadi, untungnya akibatnya tidak fatal, dan saya harap memang begitu adanya. karena saya tidak bisa mengawasi mu sepenuhnya, karena jarak ini yang terlalu jauh.

apa mungkin ini alasan my mom kenapa saya tidak boleh kuliah sampai ke luar kota dan cukup jurusan akuntansi di trisakti. ya mungkin karena nyokap masih butuh sosok wanita, teman, anak dan apalah itu yang menjadi rekan berbaginya. apa boleh buat, ini semua ku lakukan yaa karena saya ingin cita-cita saya tercapai dan saya ingin lebih dan lebih untuk lebih tinggi memiliki pekerjaann dan jabatan yang saya cintai ini nantinya, menjadi seorang birokrat yang bertanggungjawab. 

ya tapi ini cuma perubahan aja kok. memang keadaan mungkin yangg bisa membuatnya seperti ini. beda sekali dengan dulu sebelum kami berkuliah ria, hanya menjadi anak sekolahan. berbeda sekali. apa ini yang dinamakna roda, sekarang roda memang lagi berputar. berputar kencang. dan tidak bisa melawan arus roda itu, yasudah mau diapakan lagi, ikuti arus ini ajalah. pasti suatu saat akan mendapatkan yang saya inginkan, mudah-mudahan. saya yakin, keluarga saya bisa kembali seperti semula. saya terpukul, sedih, capek, risih dengan semua ini. iri dengan keluarga yang harmonis, sangat-sangat harmonis. saya sangat sangat sangat berharap sekali.

kembali ke bungsu, jika anda seorang bungsu tetapi tidak merasakan hal-hal tersebut, maka saya turut duka karena sama halnya dengan saya saat ini. "SAAT INI", saat kemarin tidak, entah karena apa jadi berubah. pasti adanya faktor yang penunjang.
apakah ini bisa disebut sebagai Si Bungsu yang enak akan hidupnya atau Si Bungsu yang merasa dimanja setiap saat? justru dengan kebalikannya, Si Sulung yang menjadi segalanya.


saya harap mereka bisa mengerti dengan keadaan yang seperti ini. tidak menyia-nyiakan Si Bungsu karena sangat bermanfaat walau hanya dijadikan sebuah pajangan atau pengikis debu belaka

Jumat, 08 Maret 2013

pilpres 2014 ?

Setahun mendatang yakni tahun 2014 akan dilaksanakan pemilihan presiden. Pemilihan presiden secara langsung ini merupakan pemilihan ketiga yang terjadi di Indonesia yang sekarang masih dalam jabatannya  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah dua kali menang dalam pilpres periode 1 (tahun 2004) dan periode 2 (tahun 2009).  Secara konstitusional masa jabatan yakni 5 tahun dan bisa mengikuti pemilihan pada tahun berikutnya maksimal 2 periode. Mengacu pada aturan tersebut bahwa kepemimpinan SBY periode ke-2 akan berakhir. Ini artinya akan ada calon presiden baru yang akan membawa negara ini menuju perubahan yang lebih baik. siapakah dia? 
Belakang ini, sudah banyak parpol-parpol yang mengusung sejumlah nama sebagai calon presiden. 

berdasarkan survei PDB:

1. Joko Widodo 21,2 persen
2. Prabowo Subianto 18,4 persen
3. Megawati Soekarnoputri 13,0 persen
4. Rhoma Irama 10,4 persen
5. Aburizal Bakrie 9,3 persen
6. Jusuf Kalla 7,8 persen
7. Wiranto 3,5 persen
8. Mahfud MD 2,8 persen
9. Dahlan Iskan 2,0 persen
10. Surya Paloh 1,3 persen
11. Hatta Rajasa 1,2 persen
12. Chairul Tanjung 0,4 persen
13. Djoko Suyanto 0,3 persen

dan masih banyak lagi.

namun, siapakah dia dan latar belakangnya, yang pasti mereka semua memiliki visi dan misi untuk menjadikan negara Indonesia ini menjadi negara yang lebih maju dan makmur. yang pasti sebagai rakyat sangat menginginkan presiden yang memiliki sikap teladan dan berbagai kriteria-kriteria untuk menjadi pemimpin yang baik harus bisa menyakinkan masyarakat Indonesia, karena masyarakat tidak mau terulang kembali kejadian-kejadian yang membuat masyarakat menjadi tidak nyaman untuk hidup di negaranya sendiri. 

Kabarnya, sistem pemilihan yang akan dilaksanakan pun memakai sistem e-voting dengan harapan mencoba dan menerapkan sistem baru dalam pemilihan umum. Sistem ini menggunakan e-ktp sebagai alat penunjang dan diharapkan pembuataannya sudah rampung pada akhir tahun ini.