Sehubungan bulan puasa, dan gue gak puasa, akhirnya gue berdua mantan temen SMA gue ke Dieng. 2 tahun belakangan ini memilih jalan di bulan puasa biar agak sepian dan menikmati pemandangan alam bukan menikmati pemandangan orang.
Namanya juga pekerja kantor, jumat sabtu minggu buat jalan-jalan apalagi ke luar kota emang banyak resikonya. Yang paling penting: Waktu.
Jumat sore, kita berangkat naik bus dari Terminal Rawa Buaya, Jakarta Barat.
Naik bus Sinar Jaya, harganya 85ribuan, ngetem lama sih enggak, tapi masuk tol bukan untuk melaju ke cikampek tapi mengambil penumpang di beberapa tempat dulu. Ternyata pake dioper lagi, di daerah Indramayu, ini memakan waktu hampir 1 jam. Kemudian istirahat di Prupuk pada dini hari sekitar jam 2. Sampai terminal Wonosobo pas jam 7 pagi. Sebenarnya, kenek bus sebelum nyampe di Terminal Wonosobo nanya yg mau turun di Dieng, tapi kita berdua gak denger, alhasil kita turun di terminal dan naik angkot untuk turun di pertigaan arah ke Dieng, lanjut lagi ke Dieng naik micro bus (elf) harga sekitar 20ribu dengan duduk berdua di samping sopir.
Jarak 26 km sekitar 2 jam-an dan lagi-lagi banyak ngetem nyampe di pertigaan Dieng jam 9. Ternyata langsung turun di depan homestay Bu Djono yang kita udah pesen sebelumnya dengan harga 75ribu. murah? iya, soalnya kamar mandi luar tapi plus air hangat dan bangunannya masih lama banget katanya gak pernah berubah. setelah itu kita langsung check-in karena ada kamar yg kosong dan langsung menghubungi si penyewa motor yg terbilang murah dengan harga 75ribu selama 24 jam (cp. 081327421741). sebenarnya kalau mau beneran backpacker bisa jalan kaki, sekitar 3 km muter-muter tempat wisata di Dieng.
Jam setengah 10, kita langsung cus ke Batu Ratapan Angin, sebelumnya bayar dulu 8ribu di pintu masuk Dieng, ternyata gratis kalo masuknya melalui Candi Arjuna alias lewat belakang. Batu Ratapan Angin masuknya harga 10ribu.
setelah makan, kami tidur untuk bersiap-siap besok subuh ke sikunir dengan berdoa semoga besok subuh tidak hujan dan hanya malam ini. Katanya kalau habis hujan gini, malah bagus sunrise besok pagi.
![]() |
Nah, ini ada wahana baru di Batu Ratapan Angin, jembatan goyang ini baru sekitar 2 bulanan dibuat, cukup membayar 10ribu bisa naik jembatan itu, dijamin safety. Tukang fotonya juga ramah banget, beberapa kali tag dan dia mengarahkan gayanya. Abis itu kita turun ke tempat parkir mencicipi kentang dan jamur krispi goreng cuma 5ribu seporsi.
Berhubung mau pindah tempat tapi hujan, akhirnya kita memutuskan untuk nonton di Dieng Teater, gratis karena udah termasuk tiket awal yg kita beli 8ribu. Abis itu, kita makan bakso dan cussss ke tempat lain. Ke bawah, ke arah Telaga Warna. di Telaga Warna berhubung weekend bayar 7,5k. Disini bisa liat telaga warna, telaga pengilon, dan beberapa goa.
![]() |
| ini goa batu tulis |
![]() |
| goa sumur |
![]() |
| telaga warna |
Sehabis dari telaga warna, kita langsung menuju Kawah Sikidang naik motor. Ini tiketnya 10ribu sudah termasuk Candi Arjuna. Kawah ini bau belerang dan masih aktif.
pas mau pulang, pasti hujan. Begitupun disini, lumayan lama dan menghabiskan waktu nunggu hujan. sepanjang jalan ada yg jualan belerang katanya bagus untuk kulit dan juga bunga edelwies yg katanya bunga abadi. Pusat oleh-oleh saya membeli terong belanda dengan harga 10k per kilogram.
Setelah dari situ kita meluncur ke kompleks Candi Arjuna, dengan memakai tiket terusan yg tadi. Ada beberapa candi, candi Srikandi, dll. trus di luar candi Arjuna ada Candi Gatot Kaca. cuma pas kesana lagi ada yg dipugar.
setelah dari kompleks arjuna, lagi dan lagi hujan. kita menunggu sampai hujan reda sambil makan bakso mencari kehangatan di pertigaan dieng dekat homestay. lalu pulang, mandi, nyantai alias tidur. Jam 9 malam kita kelaparan dan cari makan disekitar homestay. berhasil nemu nasi goreng, dan si warung kecil yang ada tungku apinya buat ngangetin badan.
![]() |
| saya bersama rekan sejak SMA |
Besok paginya saya bangun jam 4 dan masih HUJAN. duh, agak kecewa. saya tunggu sampai 4.30 hujan reda, dan akhirnya kami subuh meluncur ke sikunir dengan motor dan jaket lapis 3. dingit banget, subuh gini bawa motor di gunung. perjalanan sekitar 20 menit, takut nyasar karena jalanan gelap, dan lewat desa sembungan.
Sampai di Sikunir pukul 5.30 dan agak becek karena habis hujan. akhirnya daripada penasaran dan sudah kepalang nanggung kita naik ke Sikunir dengan biaya 10ribu per orang. nanjak agak licin karena habis hujan, kami pun sampai dan menikmati cukup lama NEGERI DI ATAS AWAN, walaupun GAGAL lihat GOLDEN SUNRISE.
masih mendung, dan awannya belum turun semua. agak becek sih tapi ya menikmati ajalah. Abis dari Sikunir, melihat telaga cebong, banyak yg masang tenda disana. Karena mungkin ingin benar-benar menikmati Sikunir ngecamp kali ya.
setelah itu, kita turun dari bukit dan mampir serta melewati Desa Sembungan yang katanya desa tertinggi di pulau Jawa.
Kita lihat jam masih menunjukkan pukul 9, dan masih enggan balik ke homestay. akhirnya kita ke Sumur Jalantunda yg katanya gak recommended. Benar saja, jalannya lumayan jauh dan naik turun maklum kan digunung. Sampai sana, belum ada si penunggu karcis. alhasil gretongan masuknya. Sumur besar warnanya agak hijau, disana juga dipagerin biar gak gak ada yg loncat kali ya.
abis dari situ, mampir kawah seleri yg gak recommended juga. kita cuma lihat dari atas jalan, karena kalau mau ke kawahnya lumayan jauh dan males buat naik ke atas lagi,
nyambung elf lagi ke terminal Wonosobo bayar 10ribu per orang. Dari pertigaan karena waktu masih banyak, kami sempatkan nyari mie ongklok tapi masih belum buka mungkin berhubung puasa, sampai mencari ke Alun-Alun loh. Setelah itu saya kembali ke Jakarta dengan naik Sinar Jaya seharga 110 ribu, berangkat pukul 16.30 sampai Jakarta esok subuh pukul 03.00. Jam 7 saya berhadapan dengan layar kembali di meja kerja!
sepulang dari situ, saya membeli oleh-oleh Carica di sekitar Candi Arjuna di home industri biar lebih fresh dan murah. seharga 12.500 per box isi 6 buah. Plus dikasih carica yang masih utuh. dan mmapir toko oleh-oleh untuk membeli kripik-kripik dan jamur yang diawetkan.
saya langsung bergegas pulang dengan naik elf ke arah Wonosobo membayar 7500 per orang dan mampir gardu pandang karena searah dengan jalan pulang. Bisa memandang dieng dari ketinggian nih.
![]() |
| pas di depan wisma bu djono |




















