Welcome June
June (bahasa Inggris) atau Juni (bahasa Indonesia) adalah bulan ke-6 dalam satu tahun, artinya sudah setengah tahun melewati bulan-bulan yang totalnya dua belas. Ternyata waktu tidak terasa, rasanya baru saja memulai awal tahun dengan kembang api dan doa baru ternyata saat ini sudah sampai dipertengahan tahun. Wow!
Bulan Juni merupakan bulan favorit saya, dimana saya akan sampai ke bornday. Saya akan meninggalkan kategori umur belasan, saya akan menghadapi kepala dua. Sebenarnya tidak tega akan bertambahnya umur, karena semakin hari semakin tua dan akan mendekati tujuan akhir hidup. Bukan saya tidak siap, tetapi saya masih menyadari bahwa saya masih memiliki banyak kekurangan dan belum terlalu bermanfaat untuk orang lain.
Untuk apa hidup ini, jika kita belum bisa melakukan sesuatu yang berguna dan membuat semua orang bangga terhadap kita. Kata-kata bijak mengatakan, tua itu pasti tetapi dewasa itu pilihan. Memang benar semakin bertambahnya umur semakin tua pula umur kita. Tetapi apakah dewasa itu pilihan akan bertambah pula? Sebagian besar orang bisa berpendapat seperti itu, tetapi tidak untuk semua orang.
Dengan bertambahnya umur, semakin bertambahnya beban dan kedewasaan yang harus diraih. Kita bersikap dewasa bukan saja batasan umur yang sudah dicapai, tetapi juga tantangan dan masalah-masalah yang sudah bisa kita hadapi dan dapat diselesaikan dengan baik. Semakin banyak godaan dan tantangan semakin berani pula kita untuk berpikir dan bertindak. Bukankah ini yang saya harapkan. Semoga saja bisa lebih baik bagi diri saya
Well, bercerita bulan lalu, bulan Mei memang berat dan sangat kejam untuk saya. Dari berbagai arah banyak cobaan dan tantangan untuk saya. Tetapi saya sudah lakukan usaha yang maksimal untuk mengatasinya dan tidak lupa doa. Ya, semoga Mei tidak terlalu kelabu untuk saya.
Bulan ini, sungguh istimewa. Terlepas dari bornday tadi, Juni juga menghadirkan semangat baru. Kegiatan Praktik Lapangan 2 akan berlangsung selama sebulan. Istimewanya, dapat belajar bukan di bangku kuliah dan kelas, tetapi justru turun langsung ke lapangan untuk benar-benar menyaksikan dan implementasi dari materi yang diberikan selama dua semester belakangan ini.
Mempawah hilir, nama kecamatan yang menjadi objek studi kelompok saya. Kisah yang beredar, ini kota dan tidak berada di pelosok. Berbeda dengan ketika saya di Praktik Lapangan 1, saya berada di desa terujung dari posko. Namun saya sangat bersyukur akhirnya bisa membandingkan antara dua tempat yang berbeda dan kemungkinan terbesarnya suasana tempat yang sangat berbeda.
Semoga PL 2 ini memberikan manfaat bagi siapapun dna pastinya pengalaman yang sangat berharga.