Social Icons

Pages

Sabtu, 07 Desember 2013

Wajib Lulus TKD!

Isu tentang bagaimana dan kapan status kepegawaian selalu dipertanyakan. Apapun mengenai hal tersebut membuat kami galau, penuh ketidakpastian dan beribu-ribu pertanyaan. Kini, semua telah terjawab. 

Terobosan baru yang dilakukan pemerintah saat ini, TKD (Tes Kompetensi Dasar) dalam seleksi CPNS. Sebenarnya mulai tahun 2013 ini, semua peserta didik sekolah kedinasan wajib mengikutinya termasuk kami, praja (sebutan mahasiswa/i di IPDN). Pasalnya kebijakan yang ada saat ini memaksa kami untuk lulus dalam tes ini dan kemudian baru diangkat menjadi CPNS. Ya, namanya juga kebijakan ada pihak pro dan banyak juga yang kontra, apalagi saat-saat terakhir dalam dunia kuliah.

Berbeda dengan angkatan-angkatan sebelumnya tanpa melalui tahap TKD ini, walaupun kami sudah mengenyam pendidikan selama dua tahun dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut kami mau gak mau harus mengikuti kebijakan yang sedang berlaku saat ini, tidak ada kata tidak bisa!

Kalau hanya dikatakan sebagai formalitas, ya bisa kita lihat nanti hasilnya apakah sesuai dengan isu bahwa tes ini hanya sekedar menghitamkan lembar ujian belaka. 

Teknisnya setiap mahasiswa wajib mengikuti TKD, baik itu bisa dilakukan sebelum atau sesudah pendidikan dalam suatu institusi. Prinsipnya ya peserta didik sekolah kedinasan manapun wajib mengikuti tes ini. Tidak bisa bilang tidak. Tes ini bertujuan untuk merekrut CPNS yang adil, objektif, transparan dan bebas KKN. 

Dalam tes ini, ada tiga kelompok soal yakni tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU) dan  tes karakteristik pribadi (TKP). 

Pray for TKD!

Rabu, 02 Oktober 2013

always 30

belakangan ini tanggal 30 menjadi berarti untukku, entah sejak bulan apa bahkan tahun kapan. yang tahu cukup kau dan aku. spesial? mungkin, tapi hanya untukku saja itu menjadi bermakna, belum tentu kamu. 

jatuh cinta? mungkin bisa dikatakan seperti itu. jatuh cinta lagi? itu pasti. sudah lama tidak merasakannya semenjak kejadian pahit itu datang, ya dia meninggalkan begitu saja tanpa kabar yang jelas. berusaha sabar dan menunggu akan kesibukannya, cukup lama. tapi namanya manusia batas kesabaran sudah habis, dan memutuskan ya mungkin tidak akan bertemu kembali walaupun sampai saat ini dia berusaha menghubungi melalui ponsel. dia terus memberikan segala gombalan busuknya dan janji-janji palsunya agar kembali lagi bersamanya. dia salah orang nampaknya, menurut saya hanya menghabiskan waktu dan tenaga untuk orang yang sama sekali tidak memiliki komitmen akan sesuatu hal. Ke laut aja sana! 

semua telah berubah, segala situasi dan kondisi dapat mempengaruhi. sejak bertemu kamu, semuanya aneh. aku telah mengenalmu cukup lama, bukan saja hitung detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan mungkin tahun. itu yang membuat aku yakin dan percaya akan dirimu. mungkin selama ini memang kamu orang yang tepat. orang yang selalu ada disampingku, selalu bisa diorder kapan pun, bisa mengerti segala kondisi yang ada, ya mungkin untuk orang lain sulit menerima kondisi seperti ini dikarenakan masih mengeyam pendidikan dalam boarding school. tapi ya memang ini keadaannya, saling memberi dukungan dan mengerti itu menjadi hal terpenting. 

ya, ini memang tentang perasaan. perasaan kita. tanpa melihat latar belakang masing-masing. aku takut kehilanganmu, begitupun sebaliknya. ingin saling memiliki dan mencintai. ini yang membuat kita untuk tetap bersama. we always together forever :*

dulu, dalam segala event tanpa disengaja kita sering menjadi rekan kerja. salah satunya karena rekan kerja ini menjadikan kuantitas mengenalmu lebih banyak. entah ini memang takdir atau menjadi kebetulan saja. tapi, ya entah mengapa juga aku percaya kalau ini memang bukan sebuah kebetulan, ini ada yang mengatur. suatu saat pasti kita mendapatkan hasil dari semua proses ini. 

ikuti cara mainnya, ikuti proses, ikuti jalur pasti akan selamat. seperti air mengalir dari hulu ke hilir dan tujuan akhirnya muara. dari sana, kita buat cerita baru, pengalaman baru, dan yang pasti cinta baru. 

banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa ku ambil.

kita selalu kompak, sangat kompak. banyak kesamaan, tak hanya perbedaan yang membuat semakin indah. di setiap kesempatan aku selalu menemanimu, begitupun sebaliknya. di setiap doaku disertai pula namamu, disetiap pikiranku pasti ada kamu. ya, aku berusaha terlihat sempurna di depanmu, padahal kamu bisa menerima apa saja yang menjadi kekuranganku. kita saling melengkapi. banyak cerita yang kita ukir, bukan hanya di satu tempat, banyak tempat. 

kini, kita terpisah jarak tanpa waktu. ya, hanya jarak saja. ini menjadi ujian untuk hubungan kita, menguji seberapa besar kesetiaan dan keseriusan hubungan ini. awalnya memang berat, susah move on, banyak waktu yang terbuang hanya untuk memikirkan bagaimana keadaanmu disana tanpa aku. aku bodoh, memang bodoh, hampir satu bulan susah untuk menerima kenyataan bahwa ya memang kita terpisah jarak, hanya ada ponsel yang menjadi saksi bisu. sering merindukanmu. ponsel memang sangat menggoda, menunggu setiap hari kabarmu, aku cemas. 

waktu menjadi sangat berharga. dulu, saat jarak belum memisahkan kita, kapan saja dan dimana saja cukup untuk bertemu, bertatap muka, dan berbagi kasih sayang. tetapi saat ini, 1 jam menelpon sehari itu pun belum cukup, 1 pesan instan dari nomor ponselmu itu menjadi sangat berharga, 1 jam skype-an menjadi kado terindah yang belum tentu dapat dilakukan setiap hari. itulah seni, ya seni dalam membina hubungan jarak jauh. bahasa gaulnya #LDR 

ingat 2K, kejujuran dan komunikasi. ini memiliki makna yang sangat kuat. butuh keduanya, salah satu diam, semuanya hancur, hancur. keduanya akan menumbuhkan saling percaya dan mudah-mudahan semuanya menjadikan hubungan ini lancar. suatu saat nanti, kita pasti bertemu. tenang saja, selagi ponsel masih aktif dan kita masih memiliki komitmen yang kuat, kenapa tidak. toh, bukankah Tuhan memiliki rencana mengapa kita dipertemukan dan dijadikan saling membutuhkan kau dan aku, ya kau dan aku akan tetap bersama selamanya. 

Jangan nakal disana!

Selasa, 11 Juni 2013

im 20 years old

yeah! 20! OMG!
Ternyata saya sudah berkepala 2, WELCOME 20!

Cukup tua yaa, jadi malu kalau ingin berbuat sesuatu yang salah. Hari kelahiran saya ini bertepatan dengan hari keempat melaksanakan Praktik Lapangan 2 di Kec. Mempawah Hilir.

Yeah, ultah kali ini saya tidak mendapatkan makanan menza yang tiga kali sehari dengan porsi kuli-kuli, baca: buanyak buanget. Dan tidak juga diceburin dalam kolam yang bau amis dan tidak manusiawi itu. Karena jika ada teman yang senasib dengan saya, maka yang saya lakukan menyeburkannya minimal dua kali ke dalam kolam. 

Ya paling tidak teman satu kelompok yang memberikan surprise di tengah malam, dan ada juga bang tyo yang nyempetin dateng padahal beda kecamatan, bang reza absen karena tidak adanya kesempatan.

Sebenarnya saya paling tidak suka yaa perayaan hari kelahiran karena sudah semakin bertambahnya umur dan semakin beban mental untuk meningkatkan kedewasaan. Tetapi saya cukup bangga dengan diri saya sendiri yang seperti ini. Memang perlu ditingkatkan kembali, ya semoga saja semakin sadar. 



 Terimakasih kepada teman-teman dan juga bintek di Kelompok 5 Kec. Mempawah Hilir


Sabtu, 01 Juni 2013

Welcome June


Welcome June

June (bahasa Inggris) atau Juni (bahasa Indonesia) adalah bulan ke-6 dalam satu tahun, artinya sudah setengah tahun melewati bulan-bulan yang totalnya dua belas. Ternyata waktu tidak terasa, rasanya baru saja memulai awal tahun dengan kembang api dan doa baru ternyata saat ini sudah sampai dipertengahan tahun. Wow!

Bulan Juni merupakan bulan favorit saya, dimana saya akan sampai ke bornday. Saya akan meninggalkan kategori umur belasan, saya akan menghadapi kepala dua. Sebenarnya tidak tega akan bertambahnya umur, karena semakin hari semakin tua dan akan mendekati tujuan akhir hidup. Bukan saya tidak siap, tetapi saya masih menyadari bahwa saya masih memiliki banyak kekurangan dan belum terlalu bermanfaat untuk orang lain. 

Untuk apa hidup ini, jika kita belum bisa melakukan sesuatu yang berguna dan membuat semua orang bangga terhadap kita. Kata-kata bijak mengatakan, tua itu pasti tetapi dewasa itu pilihan. Memang benar semakin bertambahnya umur semakin tua pula umur kita. Tetapi apakah dewasa itu pilihan akan bertambah pula? Sebagian besar orang bisa berpendapat seperti itu, tetapi tidak untuk semua orang. 

Dengan bertambahnya umur, semakin bertambahnya beban dan kedewasaan yang harus diraih. Kita bersikap dewasa bukan saja batasan umur yang sudah dicapai, tetapi juga tantangan dan masalah-masalah yang sudah bisa kita hadapi dan dapat diselesaikan dengan baik. Semakin banyak godaan dan tantangan semakin berani pula kita untuk berpikir dan bertindak. Bukankah ini yang saya harapkan. Semoga saja bisa lebih baik bagi diri saya

Well, bercerita bulan lalu, bulan Mei memang berat dan sangat kejam untuk saya. Dari berbagai arah banyak cobaan dan tantangan untuk saya. Tetapi saya sudah lakukan usaha yang maksimal untuk mengatasinya dan tidak lupa doa. Ya, semoga Mei tidak terlalu kelabu untuk saya. 

Bulan ini, sungguh istimewa. Terlepas dari bornday tadi, Juni juga menghadirkan semangat baru. Kegiatan Praktik Lapangan 2 akan berlangsung selama sebulan. Istimewanya, dapat belajar bukan di bangku kuliah dan kelas, tetapi justru turun langsung ke lapangan untuk benar-benar menyaksikan dan implementasi dari materi yang diberikan selama dua semester belakangan ini.

Mempawah hilir, nama kecamatan yang menjadi objek studi kelompok saya. Kisah yang beredar, ini kota dan tidak berada di pelosok. Berbeda dengan ketika saya di Praktik Lapangan 1, saya berada di desa terujung dari posko. Namun saya sangat bersyukur akhirnya bisa membandingkan antara dua tempat yang berbeda dan kemungkinan terbesarnya suasana tempat yang sangat berbeda. 

Semoga PL 2 ini memberikan manfaat bagi siapapun dna pastinya pengalaman yang sangat berharga.

Jumat, 24 Mei 2013

Vesakh Day

www.wihara.com

Vesakh day, salah satu hari besar agama saya dari empat yang dirayakan dalam kurun waktu tahunan. Hampir setiap empat bulan sekali umat saya merayakan hari besar. Vesakh day, paling besar dan paling penting, karena memperingati 3 kejadian penting pada masa itu. Oleh karena itu,  pemerintah menjadikan sebagai hari libur nasional. Dua tahun belakangan ini menjadikan hari tersebut cukup biasa saja, tidak terlalu istimewa untuk saya, terlebih tahun ini, tahun ini!

H-1 vesakh day, sampai detik ini saya belum merasa indahnya gema waisak, sedih, sungguh miris. Saya pun tidak bisa merasakan indahnya kebersamaan dalam keluarga. Jikalau ada event di Jakarta, saya hanya dapat mendapatkan sms dan telepon saja, hanya bisa membayangkan mereka dalam gema waisak yang terjadi disana, ketika saya masih sempat bersama mereka. Betapa mereka pamer akan kegiatan yang dilaksankannya disana. Begitupun sanak saudara di kota lain, mereka memiliki gema waisak yang berbeda-beda. 


Untungnya feel saya benar, saya tidak memutuskan membeli tiket ke Jakarta sebulan lalu. Masih ada kegiatan penting dan ujian terakhir saya ini yang menjadi sangat penting. Ujian terakhir di semester genap, walaupun saya tidak terlalu konsentrasi akan ujian ini, setidaknya saya tidak mengikutinya secara susulan. 


Hampir sebulan gema itu dilaksanakan, tapi mengapa tidak ada satu apapun makna yang saya dapati. Inilah nasib anak perantauan. Jauh dari keluarga, apalagi sebagai umat minoritas. Ya, saya merasa sendiri, memang sendiri merayakannya. Dan saya merayakannya di dalam hati. HATI. Bedanya di tanah ini, kurangnya event dalam menyongsong vesakh day. Setiap minggu hanya keluar masuk tanpa adanya makna yang saya dapatkan. Kecewa dengan diri saya sendiri, mengapa saya tidak bisa menciptakan gema itu sendiri bagi diri saya.  Mengapa saya tidak memiliki hati untuk merayakannya.


Tahun ini sungguh berat, apalagi ketika esok hari tiba, saya belum bisa melaksanakannya dengan baik. Saya harus tetap mengikuti kegiatan yang telah lama dirancang, salah satu kegiatan yang penting dalam pendidikan saya. 


Sempat ditawarkan untuk mendapatkan izin, tetapi saya menolak dengan berbagai pertimbangan, biarkan apa yang mereka katakan, tetapi saya tetap pada pendirian saya bahwa saya  korsa, saya sehati dengan kalian semua, saya sama rasa dengan apa yang kalian rasakan esok, saya sama-sama ingin merasakan kegiatan itu dengan kalian, saya rela mengorbankan sesuatu demi kalian, saya tidak mau dijudge bahwa saya tidak memiliki sifat-sifat teladan yang baik, inilah saya. Entah apa yang kalian pikirkan tentang saya dan keyakinan saya, itu urusan pribadi saya. 


Disaat keluarga saya bersilahturahmi diluar kota untuk merasakan makna vesakh day bersama keluarga  besar di perkampungan sederhana, disini saya cukup dengan mendapatkan kabar indah tersebut via telepon genggam. Cukup rasakan sendiri, tanpa keluarga saya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya. 


Urusan lain, urusan saya dengan-Nya, biar saya yang akan menanggung semua resiko itu. Entah apapun itu. Maafkan saya. Maafkan saya, yang belum bisa menjalankan perintah-Mu dengan tepat. Sebagai manusia biasa, saya siap menerima apapun karma yang nantinya akan saya hadapi. Saya rela karma buruk apapun berbuah karena pilihan saya ini. 


Ini memang suatu kebetulan yang tidak bisa saya melarikan diri. Yang ada, saya harus menjalankan. Semoga masih ada gema yang saya rasakan setelah hari H tiba, mungkin satu hari setelah itu, saya bisa merasakan adanya gema tersebut walaupun berat untuk tidak merayakan dengan keluarga besar.

Rabu, 27 Maret 2013

this is my choice

sejak lama saya ingin bisa mencurahkan segala pikiran saya tentang cita-cita, tapi waktu lah yang belum mengizinkan dan mudah-mudahan saat ini saya telah merampungkannya.

Begini, ketika saya bersekolah di salah satu sekolah dasar di kawasan Pluit Mas, saya memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Ya, mungkin terdengar biasa saja. tapi menurut saya sangat luar biasa, karena tugas guru sebenarnya tersirat bukan tersurat. Dia memiliki tanggung jawab yang besar terhadap murid-muridnya. Kalau bercerita soal tanggungjawab saya jadi teringat dengan salah satu dosen yang mengajar saya yang menyimpulkan bahwa jika muridnya gagal maka yang lebih gagal adalah guru tersebut karena belum bisa memberikan ilmu kepada murid tersebut yang membuat murid gagal. Guru jangan pelit dalam memberikan ilmu, guru yang baik adalah guru yang kehilangan ilmunya demi kepintaran muridnya. Kehilangan ilmu disini yakni berbagi ilmu yang selama ini didapatkannnya melalui pendidikan yang telah dilalui. Kemungkinan itu ada, tetapi banyak kemungkinan lain juga yang muncul misalnya dari murid itu sendiri, bagaimana murid tersebut memahami atau menelaah suatu ilmu yang diberikan.

Mungkin kedua orang tua saya yang mewarisi keinginan saya untuk menjadi guru tetapi seperti memang ada bakat atau jiwa untuk mengajar. Ketika itu saya sering mengajari teman-teman atau bisa disebut kerja kelompok. Saling membantu dan saling berbagi ilmu. Pelajaran yang paling saya sukai Bahasa Mandarin. Ya, sekolah dasar saya dulu lumayan terbilang elit. Itu salah satu sebabnya ketika ingin melanjutka SMP saya tidak boleh masuk ke SMP Negeri dan tetap tinggal disitu karena yaa memang Bahasa Mandarin tersebut sangat penting, selain bahasa Inggris. Sampai pernah suatu saat saya mengajari nenek saya (re: mbok) untuk bisa belajar Bahasa Mandarin walaupun dasar-dasar saja. 

Semakin lama saya semakin terinspirasi oleh sosok itu. Lain ketika saya berada di bangku kelas satu smp. Sosok guru keyboard yang dengan sabar mengajari jari saya agar ketak-ketik dengan lancar diatas toots. Hampir 2 tahun saya menjalani proses tersebut sampai akhirnya bosan dan kemudian mandek di tengah jalan yang seharusnya selesai empat tahun lamanya. Sekarang jari-jari ini kaku, bahkan malu untuk berkutak-kutik ketika melihat jajaran putih hitam. Mungkin itu belum bakat atau yang secara singkat saya menyerah begitu saja. 


Lain halnya semasa SMA, sekolah saya termasuk unggulan di daerah saya. Merasa tidak puas ketika keinginan saya bertolakbelakang dengan keadaan, ya beginilah, dinilai belum sanggup untuk menjalani kegiatan tersebut membuat saya terpaksa masuk di tempat pendidikan yang cukup dekat dengan kediaman saya. Jika memilih saya lebih suka agak sedikit jauh dari rumah karena gunanya yaa untuk melatih keberanian untuk pulang dengan angkot dan juga untuk melihat daerah-daerah yang tidak monoton. Memang Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Di sekolah ini lagi-lagi sosok itu memotivasi saya untuk membuat cita-cita saya benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Tidak ada salahnya ketika saya semakin bersemangat apalagi waktu itu mendekati pelaksanaan Ujian Nasional. Hasilnya memang tidak nihil, hasilnya hebat, dasyhat, super. Nama saya tersebutkan diurutan pertama ketika pembacaan the best score, dengan kebaya merah marun saya memegang medali dan sertifikat dengan penuh bangga. Itu berkat asupan   semangat dari sosok itu. 


Dan pada akhirnya ketika hari pengumuman itu datang, saya masuk dalam FE di duaUniversitas Negeri di Pulau Jawa yakni Semarang dan Jogja. Memang jurusan yang saya minati karena bisa mewujudkan cita-cita saya. Sebelumnya saya telah gagal berkali-kali dalam jurusan akuntansi di beberapa Perguruan Tinggi Negeri besar yang ada di Depok dan Yogyakarta dalam jalur apapun. Nama saya juga sempat muncul di salah satu PTS di daerah Grogol, Jakarta dengan jurusan akuntansi, tapi dengan mudahnya saya cancel walaupun ketika itu sudah kena cash. Saya adalah tipe orang yang memiliki keinginan besar dan berharap keberuntungan itu datang, tetapi memang itu belum saatnya. Nanti ketika memang saat itu tiba entah melanjutkan pendidikan S2 atau S3 sekalipun. Ketika orang tua saya memiliki rasa kasihan ketika saya belum mendapatkan yang saya inginkan, tetapi tidak bagi saya, terus berusaha jika kesempatan itu masih ada. Sampai pada akhirnya saya harus memilih untuk meninggalkan kota tempat saya dilahirkan dan menjadi seorang mahasiswi perantauan di kota pelajar. Ini impian saya, kuliah di kota pelajar dan menjadi anak kost, ini jalan saya untuk menjadikan cita-cita terwujud. Saya sudah boyongan ke Jogja dan sempat beberapa bulan tidur di kasur yang sempit, kempes dan ruangan yang tidak ber-AC. Sempat juga merasakan indahnya ospek ketika bulan puasa dan saya juga ikut-ikutan puasa yang mirisnya tanpa sahur. Cita-cita pertama saya yang nantinya saya akan lebih tertarik untuk malah mengajar mahasiswa bukan seumuran anak kecil bahkan lebih.


Tetapi semua itu, hanya sebatas waktu beberapa bulan saja. Berkenala untuk mengenal daerah orang lain belum sempat dikuasai sepenuhnya, hanya beberapa tempat saja. Saya harus pergi meninggalkan kamar kost yang imut dengan Ibu Sri si penjaga rumah yang setia ketika melihat pemberitahuan tes tahap 4 oleh sebuah lembaga pendidikan. Saya sebenarnya bingung, sempat menangis, menyesal dan sempat ada perlawanan dalam diri saya. Ketika saya sudah enjoy  dan mampu melupakan kenyamanan di kota kelahiran saya, saya malah dihadapkan kepada sebuah pilihan yang sulit. Ya, ini sebagai akibat dari   mencari sebuah peruntungan yang lebih baik. Mungkin doa orang tua juga yang membawa saya sampai dengan tahap tes ini. Ketika itu, saya sudah dianggap dewasa dan diberikan hak otonom bagi diri saya untuk memutuskan bagaimana kelanjutan dari sebuah tahapan yang harus saya lewati. Semasa SMP pernah membayangkan saya menjalani proses pendidikan dalam boarding school dan berseragam, tapi itu cuma pikiran sesaat dan tidak pernah saya pikirkan dalam benak saya sekalipun, hanya satu kali, saya ingat betul. Dan pada akhirnya this is my choice untuk dikukuhkan bersama dua ribu orang lainnya dari 34 provinsi yang ada di negara kita ini. Mohon doa agar kelak saya bisa menjalankan profesi saya dengan baik walaupun tidak pernah terbayangkan saya akan menginjakan kaki di lembaga seperti ini. Yang saya ingin katakan ya sangat bersyukur dan semoga pilihan ini adalah pilihan terbaik yang nantinya bisa membanggakan diri, orangtua, rakyat dan negara. Bangga ketika sudah bergabung dalam lembaga ini, tidak pernah terbayangkan untuk satu rasa, satu tempat, satu pengabdia bersama orang-orang terbaik bangsa.




#keepspirit 

Selasa, 19 Maret 2013

Si Bungsu

konon katanya anak bungsu itu paling enak hidupnya
konon katanya anak bungsu itu paling dimanja
konon katanya anak bungsu itu paling disayang
konon katanya anak bungsu itu paling diturutin kalau dia minta sesuatu apapun itu

kata siapa? yang pasti bukan saya yang berbicara karena saya tidak merasakan hal-hal yang tertera diatas sana. menurut saya itu semua HANYA FIKTIF BELAKA! ga tau apalah menurut saya sendiri? i'm confused about it.

apakah anda seorang anak bungsu atau anak sulung atau bukan anak bungsu dan sulung? lalu menurut anda seperti apa biasanya anak bungsu diperlakukan? kebanyakan teman atau kerabat dekat saya memikirkan tentang anak bungsu yaitu seorang anak yang sering dimanja, disayang, diturutin segala kebutuhannya, dan masih banyak lagi deh. jika, anda seorang anak bungsu yang diperlakukan seperti itu saya ucapkan "BERSYUKUR dan BERBAHAGIALAH ANDA" karena anda termasuk orang yang beruntung menjadi seorang anak bungsu dan menangguhkan ucapan kerabat dekat saya tentang anak bungsu.


saya bukan sedang meminta hak sebagai anak bungsu, memang tidak ada dalam aturan ham, tetapi saya juga butuh kasih sayang. saya juga tidak berfikir manja, anak mami yang harus terus diperhatikan karena sekarang yaa memang kita sama-sama sudah dewasa. tapi apakah salah bila saya terkadang protes kenapa saya kurang diperhatikan, tidak semestinya sebenarnya saya memiliki rasa dan jiwa seperti itu, karena sesungguhnya pun orang tua tidak akan melupakan anaknya, dan tetap mencintai anaknya kapan pun dan bagaimana pun.

jarak mungkin yang sangat memisahkan kita, tapi ada komunikasi bukan? ya mungkin karena saat ini kita berbeda pulau dan provinsi. mengapa akhir-akhir ini sulit dihubungi, apakah ada yang sesuatu yang terjadi. apakah ada kejadian aneh disana? apakah mereka baik-baik saja? saya berharap seperti itu. 

sejujurnya saya cemas, sangat sangat cemas. saya berharap tidak ada suatu masalah apapun yang menimpa mereka. saya berharap positif thinking. memang masalah yang kemarin sudah berlalu, berusaha untuk melupakan dan menerima kembali "dia" untuk apa adanya memang berat. jangan protes jika nanti ketika aku pulang, sikap ku agak aneh ke kamu, mom. itu memang resikomu yang harus dan wajib kau terima, gak usah perlu ada resistensi lah. kecewa? pasti. saya mencoba membuka hati ini untuk memaafkanmu dan berharap hati ini bisa menerima kembali sosok barumu itu. mungkin itu sangat sulit. kadang aku menangis sendiri, berlinang air mata ketika menulis ini. yaa tapi memang sayaa sedang bingung kenapa masalah tersbut bisa terjadi, untungnya akibatnya tidak fatal, dan saya harap memang begitu adanya. karena saya tidak bisa mengawasi mu sepenuhnya, karena jarak ini yang terlalu jauh.

apa mungkin ini alasan my mom kenapa saya tidak boleh kuliah sampai ke luar kota dan cukup jurusan akuntansi di trisakti. ya mungkin karena nyokap masih butuh sosok wanita, teman, anak dan apalah itu yang menjadi rekan berbaginya. apa boleh buat, ini semua ku lakukan yaa karena saya ingin cita-cita saya tercapai dan saya ingin lebih dan lebih untuk lebih tinggi memiliki pekerjaann dan jabatan yang saya cintai ini nantinya, menjadi seorang birokrat yang bertanggungjawab. 

ya tapi ini cuma perubahan aja kok. memang keadaan mungkin yangg bisa membuatnya seperti ini. beda sekali dengan dulu sebelum kami berkuliah ria, hanya menjadi anak sekolahan. berbeda sekali. apa ini yang dinamakna roda, sekarang roda memang lagi berputar. berputar kencang. dan tidak bisa melawan arus roda itu, yasudah mau diapakan lagi, ikuti arus ini ajalah. pasti suatu saat akan mendapatkan yang saya inginkan, mudah-mudahan. saya yakin, keluarga saya bisa kembali seperti semula. saya terpukul, sedih, capek, risih dengan semua ini. iri dengan keluarga yang harmonis, sangat-sangat harmonis. saya sangat sangat sangat berharap sekali.

kembali ke bungsu, jika anda seorang bungsu tetapi tidak merasakan hal-hal tersebut, maka saya turut duka karena sama halnya dengan saya saat ini. "SAAT INI", saat kemarin tidak, entah karena apa jadi berubah. pasti adanya faktor yang penunjang.
apakah ini bisa disebut sebagai Si Bungsu yang enak akan hidupnya atau Si Bungsu yang merasa dimanja setiap saat? justru dengan kebalikannya, Si Sulung yang menjadi segalanya.


saya harap mereka bisa mengerti dengan keadaan yang seperti ini. tidak menyia-nyiakan Si Bungsu karena sangat bermanfaat walau hanya dijadikan sebuah pajangan atau pengikis debu belaka

Jumat, 08 Maret 2013

pilpres 2014 ?

Setahun mendatang yakni tahun 2014 akan dilaksanakan pemilihan presiden. Pemilihan presiden secara langsung ini merupakan pemilihan ketiga yang terjadi di Indonesia yang sekarang masih dalam jabatannya  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah dua kali menang dalam pilpres periode 1 (tahun 2004) dan periode 2 (tahun 2009).  Secara konstitusional masa jabatan yakni 5 tahun dan bisa mengikuti pemilihan pada tahun berikutnya maksimal 2 periode. Mengacu pada aturan tersebut bahwa kepemimpinan SBY periode ke-2 akan berakhir. Ini artinya akan ada calon presiden baru yang akan membawa negara ini menuju perubahan yang lebih baik. siapakah dia? 
Belakang ini, sudah banyak parpol-parpol yang mengusung sejumlah nama sebagai calon presiden. 

berdasarkan survei PDB:

1. Joko Widodo 21,2 persen
2. Prabowo Subianto 18,4 persen
3. Megawati Soekarnoputri 13,0 persen
4. Rhoma Irama 10,4 persen
5. Aburizal Bakrie 9,3 persen
6. Jusuf Kalla 7,8 persen
7. Wiranto 3,5 persen
8. Mahfud MD 2,8 persen
9. Dahlan Iskan 2,0 persen
10. Surya Paloh 1,3 persen
11. Hatta Rajasa 1,2 persen
12. Chairul Tanjung 0,4 persen
13. Djoko Suyanto 0,3 persen

dan masih banyak lagi.

namun, siapakah dia dan latar belakangnya, yang pasti mereka semua memiliki visi dan misi untuk menjadikan negara Indonesia ini menjadi negara yang lebih maju dan makmur. yang pasti sebagai rakyat sangat menginginkan presiden yang memiliki sikap teladan dan berbagai kriteria-kriteria untuk menjadi pemimpin yang baik harus bisa menyakinkan masyarakat Indonesia, karena masyarakat tidak mau terulang kembali kejadian-kejadian yang membuat masyarakat menjadi tidak nyaman untuk hidup di negaranya sendiri. 

Kabarnya, sistem pemilihan yang akan dilaksanakan pun memakai sistem e-voting dengan harapan mencoba dan menerapkan sistem baru dalam pemilihan umum. Sistem ini menggunakan e-ktp sebagai alat penunjang dan diharapkan pembuataannya sudah rampung pada akhir tahun ini. 

Rabu, 30 Januari 2013

selama 2 tahun menghilang (part 2)

finally saya dan 2000 orang lainnya lulus di pantukir angkatan 22 tahun 2011
seneng
bingung
sedih
itu yang saya rasa, tidak perlu dijabarkan kembali

status saat itu MUDA PRAJA IPDN ANGKATAN 22, saya adalah pendaftaran DKI JAKARTA

hirarkinya yang ada dilembaga ini
MUDA PRAJA
MADYA PRAJA
NINDYA PRAJA
WASANA PRAJA

PRAJA adalah sebutan untuk mahasiswa di kampus ini.

beberapa kurang lebih 7 bulan hidup di kampus Jatinangor, tepat tanggal 14 April 2012 bersama 100 orang rekan dari perwakilan seluruh nusantara mengikuti pendidikan di kampus IPDN KALIMANTAN BARAT

yups gak nyangka bisa sampai kalimantan nih

program yang dibuat lembaga memang bagus, agar kita mengenal dan menyebar ke seluruh nusantara, itu dia prinsip dan kesempatan yang tidak mau saya tinggalkan dan tidak mengurus apapun demi tetap tinggal di ipdn pusat

pikiran saat itu, pasti banyak kesempatan untuk menjadi lebih dewasa di kampus daerah karena jumlah praja yang sedikit dan mendapatkan pembinaan pasti berbeda dengan kampus pusat yang beribu orang kumpul disana. pengalaman yang utama untuk berlatih menjadi calon pamong praja muda.

total praja di kalbar kurang lebih 200 orang, muda dan madya @100 orang

sampai saat ini saya masih diberi kepercayaan untuk menjadi korput angkatan 22 regional kalimantan barat bersama koordinator angkatan bang M. Aulia Addin dari SUMUT.
menjadikan saya mencoba untuk berorganisasi dan mengarahkan teman-teman. sangat senang menjalani tugas ini.

sampai akhirnya pulang kampung di hari lebaran, ketika itu masih memakai dek muda praja.

tepat tanggal 1 oktober 2012, dengan resmi kami dilantik sebagai MADYA PRAJA
tingkat 2 di lembaga pendidikan ini, artinya lebih dituntut dewasa apalagi sekarang sudah memiliki junior walaupun mereka masih berada di jatinangor.

mengikuti pengkaderan ukp dan bersyukur bisa bergabung di ukp binjas, GPW, dan APN.

cuti natal dan tahun baru 2012, pertama kalinya bertemu dengan junior, apalagi kami yang notabennya praja kampus daerah pertama kalinya berjumpa dengan mereka. seneng juga akhirnya punya adiks.

saat ini madya praja kalbar sedang menjalankan pengkaderan instansi dan ukp kombet.
saya memilih dan berusaha melakukan yang terbaik pada instansi komando.

next session..