sebuah kisah nyata yang terangkum dalam sebuah novel berjudul "INCEST"
novel ini terpaksa dihentikan publikasinya di Bali Post lewat cerita bersambung, karena telah dianggap membawa berita aib pada masyarakat Bali. Keberanian mengungkapkan peristiwa Incest telah memicu terjadinya "pengadilan" penulis. Tanggal 25 Desembar 2003 masyarakat beserta para tokoh modern, tokoh-tokoh tradisional adat, para pemuka pura, kelompok-kelompok kecil dan aparat adat, berkumpul di balai desa untuk mendengarkan pertanggungjawaban yang telah ditulis penulis. Alhasil penulis mendapatkan vonis dikeluarkan dari desa adat. Demi menghormati kultur-historis-religius penulis menerima putusan, dan menganggap sebagai hadiah Natal yang paling berharga dalam hidupnya.
Membaca novel ini seperti menyaksikan panorama Bali yang tak seindah matahari terbit di Pantai Kuta. Di balik keindahannya, terungkap ketentuan kuno bahwa bagi masyarakat Bali yang melahirkan kembar sepasang(laki-laki dan perempuan)dianggap membawa aib, orang tuanya di denda, mereka diasingkan keluar desa, dan kemudian diwajibkan melakukan pencucian yang melelahkan. Selain itu, kedua anaknya pun dipisah setelah dewasa dipertemukan kembali dan dinikahkan dengan legitimasi adat yang masif.
Novel ini menarik karena kasus Incest didedah secara berani dan berhasil mendiskripsikan alur kultur dengan lincah. Berbagai upacara khas Bsali dtuturkan dengan bahasa yang intens, tak putus seolah kita terlibat di dalamnya dan emosi kita diajak ke puncak ektase. Terlebih novel ini ditulis dengan teknik etnografi, sehingga deskripsi-deskripsi peristiwa dalam cerita yang disusun adalah fakta atau realitas dan bukan fiksi.
ini adalah sinopsis dari novel Incest. Dapatkan novel nya segera di toko-toko buku terdekat.
inget"INCEST"!!!
Senin, 30 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar